Senin, 13 Februari 2012

Menjawab Tuduhan: "Kebolehan menggauli Budak dalam Islam"


Dalam banyak ayatnya, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi budaknya sendiri. Tetapi bukan budak orang lain.

Hal itu antara lain terdapat dalam ayat-ayat ini:

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS Al-Mu''minun: 5-6)

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan yang yatim, maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.(QS An-Nisa: 3)
Dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni''mati di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS An-Nisa: 24)

Pembolehan itu kalau kita lihat di masa sekarang ini, sekilas memang terasa aneh dan tidak sesuai dengan rasio kita. Sebab kita hidup di abad 21, di mana perbudakan sudah menjadi barang yang asing. Kalau sampai kita membaca ayat Al-Quran yang seolah menerima konsep perbudakan, bahkan pemiliknya sampai boleh menyetubuhinya, tentu saja kita akan merasa sangat heran.

Namn pahamilah bahwa status budak itu amat hina. Budak dianggap sebagai makhluk setengah binatang dan setengah manusia. Maka tindakan menyetubuhi budak di masa itu jangan dianggap sebagai kenikmatan, justru sebaliknya, masyarakat di masa itu memandangnya sebagai sebuah tindakan yang hina dan kurang terhormat. Meski pun dihalalkan oleh Al-Quran.

Dan ketika Al-Quran menghalalkan laki-laki menyetubuhi budaknya, hal itu merupakan dispensasi atau keringanan belaka. Terutama buat mereka yang tidak mampu menikahi wanita terhormat dan mulia. Masyarakat sendiri tidaklah memandang bahwa menyetubuhi budak itu sebagai sebuah fasilitas penyaluran aktifitas seksual yang ''wah'' di masa itu. Sebab memang sudah menjadi konvensi bahkan sebuah kelaziman.

Berbeda dengan zaman sekarang, kalau kita mendengar kebolehan menyetubuhi budak, seolah kita merasakan kehebohan tersendiri. Padahal para budak wanita itu bukan sekedar wanita murahan atau rendahan, bahkan dianggap sebagai separuh binatang. Anda bisa bayangkan, mana ada orang di masa itu mau menyetubuhi makhluk setengah manusia dan setengah binatang. Pastilah mereka lebih memilih untuk menikah dengan para wanita mulia, ketimbang menggauli budak. Kalau sampai ada yang menyetubuhinya, mereka pun merasa kurang terhormat.

Mari kita renungkan kembali keadaan sosiol kemasyarakatan di masa itu, yakni abad ketujuh masehi, tentu pandangan kita akan berbeda jauh.

Ketahuilah bahwa perbudakan itu sendiri bukan produk agama Islam. Perbudakan itu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ini diturunkan. Di zaman Romawi dan Yunani Kuno, Persia kuno, China dan hampir seluruh peradaban manusia di masa lalu telah dikenal perbudakan. Dan semua itu terjadi berabad-abad sebelum Islam datang.

Sedangkan negeri Arab termasuk negeri yang belakangan mengenal perbudakan, sebagaimana belakangan pula dalam mengenal kebejadan moral. Minuman keras, pemerkosaan, makan uang riba, menyembah berhala, poligami tak terbatas dan budaya-budaya kotor lainnya bukan berasal dari negeri Arab, tetapi justru dari peradaban-peradaban besar manusia.

Ini penting kita pahami terlebih dahulu sebelum memvonis ajaran Islam. Negeri Arab adalah peradaban yang terakhir mengenal budaya-budaya kotor itu dari hasil persinggungan mereka dengan dunia luar. Karena orang Makkah itu biasa melakukan perjalanan dagang ke berbagai negeri. Justru dari peradaban-peradaban ‘maju’ lainnya itulah Arab mengenal kejahiliyahan. Perlu anda ketahui bahwa berhala-berhala yang ada di depan ka‘bah yang berjumlah 360 itu adalah produk impor. Yang terbesar di antaranya adalah Hubal yang asli produk impor dari negeri Yaman.

Saat itu dunia mengenal perbudakan dan belaku secara international. Yaitu tiap budak ada tarif dan harganya. Dan ini sangat berpengaruh pada mekanisme pasar dunia saat itu. Bisa dikatakan bahwa budak adalah salah satu komoditi suatu negara. Dia bisa diperjual-belikan dan dimiliki sebagai investasi layaknya ternak.

Dan hukum international saat itu membenarkan menyetubuhi budak milik sendiri. Bahkan semua tawanan perang secara otomatis menjadi budak pihak yang menang meski budak itu adalah keluarga kerajaan dan puteri-puteri pembesar. Ini semua terjadi bukan di Arab, tapi di peradaban-peradaban besar dunia saat itu. Arab hanya mendapat imbasnya saja.

Dalam kondisi dunia yang centang perenang itulah Islam diturunkan. Bukan hanya untuk dunia Arab, karena kejahiliyahan bukan milik bangsa Arab sendiri, justru ada di berbagai peradaban manusia saat itu.

Maka wajar bila Al-Quran banyak menyebutkan fenomena yang ada pada masa itu termasuk perbudakan. Bukan berarti Al-Quran mengakui perbudakan, tetapi merupakan petunjuk untuk melakukan kebijakan di tengah sistem kehidupan yang masih mengakui perbudakan saat itu.

Dan ingat, tidak ada jaminan bahwa fenomena perbudakan itu telah hilang untuk selamanya. Karena kejahiliyahan itu selalu berulang. Tidak ada jaminan bahwa kebobrokan umat terdahulu yang telah Allah hancurkan, di masa mendatang tidak kembali melakukannya. Termasuk perbudakan.

Kebetulan saja kita hari ini hidup di masa di mana perbudakan kelihatannya sudah tidak ada lagi. Tapi ingat, perbudakan baru saja berlalu beberapa ratus tahun yang lalu di Barat yang katanya modern. Jadi tidak ada ayat Al-Quran yang habis masa berlakunya.

Di sisi lain, perhatikan Al-Quran dan Sunnah, hampir semua hukum yang berkaitan dengan perbudakan itu berintikan pembebasan mereka. Semua pintu yang mengarah kepada terbukanya pintu pembebasan budak terbuka lebar. Dan sebaliknya, semua pintu menuju kepada perbudakannya tertutup rapat. Dengan demikian, secara sistematis, jumlah budak akan habis sesuai perjalanan waktu.

Sementara itu, perbudakan tidaklah semata-mata penindasan, tapi pahamilah bahwa di masa itu perbudakan adalah komoditi. Harga budak itu cukup mahal. Seseorang dalam sekejap akan jatuh miskin bila secara tiba-tiba perbudakan dihapuskan oleh Islam. Seorang tuan yang memiliki 100 budak, akan menjadi fakir miskin bila pada suatu hari perbudakan dihapuskan. Padahal dia mendapatkan budak itu dari membeli dan mengeluarkan uang yang cukup besar serta menabung bertahun-tahun. Bila hal itu terjadi, di mana sisi keadilan bagi orang yang memiliki budak, sedangkan dia ditakdirkan hidup di zaman di mana perbudakan terjadi dan menjadi komoditi.

Karena itu Islam tidak secara tiba-tiba menghapuskan perbudakan dalam satu hari. Islam melakukannya dengan proses kultural dan ‘smooth’. Banyak sekali hukuman dan kaffarah yang bentuknya membebaskan budak. Bahkan dalam syariah dikenal kredit pembebasan budak. Seorang budak boleh mencicil sejumlah uang untuk menebus dirinya sendiri yang tidak boleh dihalangi oleh tuannya.

Dengan cara yang sistematis dan proses yang alami, perbudakan hilang dari dunia Islam jauh beberapa ratus tahun sebelum orang barat meninggalkan perbudakan.

Kalau hari ini ada orang yang bilang Al-quran mengakui perbudakan, maka dia perlu belajar sejarah lebih dalam sebelum bicara. Pendapatnya itu hanya akan meperkenalkan kepada dunia tentang keterbatasan ilmunya dan pada gilirannya akan menjadi bahan tertawaan saja.

Dengan sudah berakhirnya era perbudakan manusia oleh sebab turunnya agama Islam, maka otomatis urusan kebolehan menyetubuhi budak pun tidak perlu dibicarakan lagi. Sebab perbudakannya sendiri sudah dileyapkan oleh syariah.

Mungkin ada yang bertanya, kalau perbudakan sudah lenyap, mengapa Al-Quran masih saja bicara tentang perbudakan?

Untuk menjawab itu kita perlu melihat lebih luas. Marilah kita membuat pengandaian sederhana. Seandainya suatu ketika nanti entah kapan, terjadi perang dunia yang melumat semua kehidupan dunia. Lalu pasca perangitu peradaban umat manusia hancur lebur, mungkin juga peradaban manusia kembali lagi menjadi peradaban purba, lantas umat manusia yang jahiliyah kembali jatuh ke jurang perbudakan manusia, maka agama Islam masih punya hukum-hukum suci yang mengatur masalah perbudakan.

Wallahu a''lam bishshawab

86 komentar:

Anonim mengatakan...

bagaimana kalau dari hubungan dengan budak itu melahirkan searang anak, bagaimana statusnya

terang aang mengatakan...

Sebenarnya kamu bertanya dan menjawab sendiri.....

Intinya dalam alquraan memperbolehkan adnaya budak.....

karna menurut kamu Alquran adalah firman Tuhan

kedua......
yang menjawab semua penghapusan budak hanya ada dalam kristen yaitu tentang kasih.....(KASIHILAH MUSUHMU)

TIDAK perlu lagi untuk memberikan jawaban yang lain karna KASIH adalah firman Tuhan yang tidak butuh jawaban bertele-tele.. yang di butuhkan hanya melakukannya....


Desfianur Ardhi mengatakan...

jika anda mengatakan itu fitnah,,,dan dibarisan awal anda mengatakan Hanya boleh menggauli Budak sendiri, tidak budak orang lain. Baiklah, tetapi intinya boleh menggauli Budak. Anda mengatakan itu Fitnah, tetapi penjelasan anda lebih ke arah pembenaran terhadap apa yang anda anggap fitnah itu...pada akhirnya ini Fitnah atau Kenyataan? kalau Bukan fitnah berarti Tidak boleh menggauli Budak, sementara penjelasan anda dengan alasan apapun, sangatlah jelas bahwa diperbolehkan menggauli budak sendiri...jadi ini bukanlah sebuah fitnah. sangat lucu jika dikatakan fitnah.ini adalah kenyataan.

Anonim mengatakan...

Menggauli budak, bukankah itu berzinah? Benarkah Allah mengizinkan perzinahan?

Mengapa wanita dipandang begitu rendah? http://tinyurl.com/bgappmg

Tetapi inilah yang diajarkan Isa Al- Masih: "Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Injil, Rasul Besar Matius 5:28).

Anonim mengatakan...

Jika budak melhirkan ank dari hubungan dengan majikan maka anaknya berstatus merdeka

Anonim mengatakan...

jaman sekrang orang2 kristen berperang lawan islam lewat web, ayo lawan...contohnya ini:
http://islamexpose.blogspot.com

ungke mengatakan...

Katanya "Islam menjawab Fitna" kok jawabannya malah terkesan membenarkan cuma disertai syarat ini itu....seharusnya tegas mas kalo bisa katakan Bisa ,kalo tidak katakan Tidak...kelihatan sekali dualismenya (dua hal yang berlawanan bisa benar keduanya cuma ada di islam)

Anonim mengatakan...

"Maka tindakan menyetubuhi budak di masa itu jangan dianggap sebagai kenikmatan, justru sebaliknya, masyarakat di masa itu memandangnya sebagai sebuah tindakan yang hina dan kurang terhormat. Meski pun dihalalkan oleh Al-Quran."


inilah bukti cara berpikir KOPLAK dari seorang muslim, sudah jelas Alquran menghalalkan menyetubuhi budak, masih juga menyangkal dengan argumen bahwa masyarakat dimasa itu mencela terhadap perbuatan menggauli budak, ini berarti status hukum Alquran lebih rendah dari moral masyarakat dimasa itu.

sudahlah Alquran itu memang koplak, ga perlu ditutup-tutupi dengan argumen yg lebih koplak.

Anonim mengatakan...

elo tuh yg koplak,baca tp g ngerti.

Anonim mengatakan...

@pro qur'an

begitukah injil dan tuhan kalian mengajarkan cara menghargai agama lain ? dengan mencaci nabi dan kitab nya ???

pernahkah kalian disakiti kawan muslim anda dngan di caci injil anda ? ambillah hikmah bagi anda kalau itu baik untuk anda , dan diam itu lebih baik dari sekedar mencaci .
setidaknya kami tidak pernah diajarkan oleh agama kami untuk mencaci agama dan injil anda seperti yang anda lakukan.

Anonim mengatakan...

pola ajaran(ayat al quran) menyesatkan,kesan kalau ada yg tidak benar secara moral;muslim diminta belajar keguru/ustad...utk memoles"jawaban" plintir sana-sini..."bungkus kado cantik,isi jelek"!?

budimuza,ma bin turman mengatakan...

SEBAIKNYA SIMAK S E M U A PERDEBATAN ANTARA UST .AHMED DEDEDAT VS DR. ANISH SHOROSH.
bahwaAl Quran tidak membenarkan berdebat dengan ahli kitab. (Al Ankabut 17,72) dan dilarang MEMAKI sembahan agama lain (Al Anaam 108)

DAN katakan juga bahwa Nazrani adalah sahabat deat Muslim...(Almaidah 82)

Jika itu di pahami semua, maka semua pendebat di Internet khususnya tidak ada lagi, sebab Firman Allah bukan untuk di perdebatkan tapi di jelaskan bagi yang belum dan di JALANKAN,, Amen

budimuza,ma bin turman mengatakan...

Ralat; aksudnya; AlAnam 108) &
sabat d e k a t Muslim (Almaidah 82)
Mf. sebelumnya....

Anonim mengatakan...

LANJUTAN

Nah, di tengah kondisi nyata seperti inilah Islam diturunkan di negeri Arab pertama kali. Karena tujuan akhir memang menghilangkan sistem perbudakan di muka bumi, maka Islam secara khas memang memiliki ciri, yaitu melakukan perubahan secara berangsur-angsur tapi pasti.

Misalnya tentang penghapusan khamar, awal ayat yang pertama kali turun sama sekali tidak mengharamkan khamar, ayat yang kedua juga sama sekali tidak mengharamkannya. Baru pada ayat yang ketiga, ada sedikit larangan untuk minum, yaitu saat menjelang shalat. Dan akhirnya baru pada ayat ke empat, khamar diharamkan sama sekali.
Demikian juga dengan proses penghilangan budak, adalah sah bila juga ada proses yang harus dilalui. Apalagi perbudakan itu terkait dengan sendi-sendi ekonomi suatu bangsa, tentu waktu yang dibutuhkan jauh lebih lama.
Bayangkan bila harga seorang budak 100 dinar, sebagaimana salah satu riwayat menyebutkan tentang harga Bilal saat dibebaskan. Padahal kita tahu bahwa satu dinar emas itu senilai dengan harga seekor kambing. Kalau seekor kambing seharga sejuta rupiah, berarti seorang budak seharga 100 juta rupiah. Bayangkan kalau satu orangtuan di Makkah memiliki 100 budak, maka nilai assetnya 10 milyar.

Kalau tiba-tiba budak dihapuskan dalam satu ketukan palu, maka jelas sekali ekonomi akan goncang dan runtuh. Tentu saja Islam tidak akan meruntuhkan sendi-sendi ekonomi suatu bangsa. Yang dilakukan adalah penghapusan budak secara bertahap. Ada banyak pintu untuk membebaskan budak, antara lain:

Pintu Pertama, lewat hukuman atau kaffarah atau denda. Seorang yang melakukan suatu dosa tertentu, ada pilihan denda yaitu membebaskan budak. Misalnya, melakukan hubungan suami isteri siang hari bulan Ramadhan.

Pintu kedua adalah lewat mukatab, yaitu seorang budak harus diberi hak untuk membebaskan dirinya dengan angsuran, di mana uangnya didapat dari 8 ashnaf zakat.

Pintu ketiga, lewat sedekah atau tabarru'. Seseorang tidak melakukan dosa, tapi dia ingin punya amal ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah, maka dia pun membebaskan budak miliknya, atau membeli budak milik orang lain.

Pintu Keempat, Islam menetapkan bahwa semua budak yang dinikahi oleh orang merdeka, maka anaknya pasti menjadi orang merdeka. Sehingga secara nasab, perbudakan akan hilang dengan sendirinya.

Itulah salah satu rahasia mengapa menikahi atau menyetubuhi budak sendiri dibenarkan dalam Islam, jawabnya karena anak yang akan lahir dari rahim wanita itu akan menjadi orang yang merdeka. Tanpa harus kehilangan hak atas nilai asset yang dimiliki secara langsung.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu lain yang bisa dimanfaatkan untuk mengantarkan para budak menemui kebebasannya.
Pada intinya, perbudakan bisa dihapuskan secara sistematis, namun tidak ada orang yang dirugikan secara finansial. Dan sendi-sendi ekonomi tidak akan rusak atau runtuh.

Anonim mengatakan...

lanjutan

Dalam banyak ayatnya, Al-Quran memang membolehkan laki-laki menyetubuhi budaknya sendiri. Tetapi bukan budak orang lain.

... Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka [1037], jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu.(QS 24:33).

[1037] maksudnya: Salah satu cara dalam agama Islam untuk menghilangkan perbudakan, yaitu seorang hamba boleh meminta pada tuannya untuk dimerdekakan, dengan perjanjian bahwa budak itu akan membayar jumlah uang yang ditentukan. Pemilik budak itu hendaklah menerima perjanjian itu kalau budak itu menurut penglihatannya sanggup melunasi perjanjian itu dengan harta yang halal.

Al Qur'an QS 02:221: " Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran."

Al Qur an: QS. 23:01-07. " Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya...dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu [996] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. ".
[996].Maksudnya: zina, homosexueel, dan sebagainya.

Al Qur'an SQ. 70:29-30: " Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela."

Al Qur'an QS.33:50: " Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu "

Al Qur'an SQ. 04:25 ...Dan barangsiapa diantara kalian (orang-orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kalian miliki...

Sesuai dengan ruh ISLAM yang datang dengan tujuan, salah satunya, membebaskan perbudakan di atas bumi ini. Salah satunya dengan menganjurkan kepada para tuan untuk mengawini budaknya sehingga secara otomatis terbebas dari perbudakan. .

Akan menjadi suatu kesalahan yang besar apabila kita hanya membaca beberapa ayat tanpa memperhatikan apakah ada ayat lain yang merujuk pada penjelasan tentang hal dimaksud.
selain mengutif QS 23:5-6 dan QS 4:24, coba anda perhatikan ayat lainnya yang berusaha menjelaskan tentang hal ini, seperti:

QS 4:25
“Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Anonim mengatakan...

intinya: bahwa dalam ayat tersebut memuat sebuah pernyataan bahwa kita diharamkan menggauli budak2 tersebut tanpa ada ikatan perkawinan/pernikahan

Anonim mengatakan...

LANJUTAN

kemudian ditegaskan lagi dalam QS 24:33
“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.”

intinya: jangankan melakukan perzinahan, mau mengawininyapun tetap saja kita menghargai dan menjaga kehormatan mereka, ketika mereka menginginkan sebuah perjanjian kita harus menerima perjanjian itu, dan selain itu kita juga diharamkan memaksa mereka untuk melakukan pelacuran…
jadi, jelas sudah semuanya, bahwa tidak ada unsur perzinahan dalam hal ini. dan ketika budak tersebut menginginkan perjanjian atas perkawinan yang kita inginkan, disini menjelaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan pula dalam hal itu.

Anonim mengatakan...

Menyetubuhi Budak: Sebuah Kerendahan
Sebagaimana pernah kami sampaikan di situs ini sebelumya, mungkin sebagian dari kita berpikir, wah enak juga ya punya budak, bisa menyetubuhi tanpa dinikahi'. Berarti Islam itu tidak adil, di satu sisi bilang mau membebaskan perbudakan, tapi di ayat Quran kok malah dibolehkan menyetubuhi budak?
Padahal sesungguhnya yang terjadi tidak demikian. Terutama untuk bangsa Arab di masa lalu yang sangat menjunjung tinggi nilai seorang isteri.

Sudah menjadi adat dan tradisi bagi bangsa itu untuk menikahi dengan wanita terhormat. Dan untuk itu, secara finansial mereka punya level bargaining yang tinggi. Laki-laki arab tidak segan-segan untuk menggelontorkan seluruh hartanya demi untuk membayar mahar (maskawin) yang sedemikian mahal. Semakin tinggi nilai dan derajat seorang wanita yang akan dinikahi, maka semakin mahal nilai maharnya. Dan semakin naik pula gengsi si laki-laki yang menikahinya. Dan urusan gengsi ini menjadi ukuran status sosial yang punya kedudukan tersendiri.

Mereka yang menikah dengan wanita bermahar murah, biasanya langsung mengalami penurunan IHD (Indeks Harga Diri). Minimal sedikit terkucil dari pergaulan. Hanya karena menikah dengan wanita yang nilai maharnya agak rendah. Sebab kemurahan nilai mahar sedikit banyak menggambarkan status dan derajat keluarga si wanita. Dan buat bangsa arab saat itu, menikahi wanita yang maharnya murah akan sangat menjatuhkan gengsi dan wibawa.
Apalagi kalau sampai menikahi budaknya sendiri, maka 'indeks harga diri' akan langsung melorot jatuh. Dia akan kehilangan 'muka' di hadapan teman-temannya, karena bersetubuh atau menikah dengan budak. Sama sekali tidak ada yang bisa dibanggakan, bahkan memalukan.

Maka meski ada ayat yang menghalalkan menyetubuhi budak wanita milik sendiri, bukan berarti orang Arab lantas senang. Sebab buat mereka, menikah dengan wanita yang berderajat tinggi adalah sebuah prestise tersendiri. Dan menikah dengan budak adalah sebuah 'catatan tersendiri' meski dihalalkan.
Maka di akhir ayat, Allah SWT menegaskan bahwa hal itu tidak tercela. Sebab memang buat bangsa Arab saat itu, menyetubuhi dan menikahi budak memang agak membuat mereka terhina.

Anonim mengatakan...

LANJUTAN

Subhat:(dalam surat Al muminun 1-6 ) Apakah itu bukan termasuk perzinahan?

JAWAB
Apa yang disebutkan dalam surat Al-Mu‘minun adalah sebuah pernyataan dari Allah sebagai sumber utama hukum Islam. Dalam ayat itu Allah telah membuat ketentuan bahwa setiap muslim wajib menjaga kemaluannya (tidak boleh melakukan hubungan seksual) dengan siapa pun kecuali dengan dua orang: Pertama, dengan istri yang dinikahi. Kedua: dengan budak wanitanya yang dimiliki. Sehingga hanya kepada kedua jenis orang inilah seorang laki-laki muslim boleh melakukan hubungan seksual. Tentu saja melakukan hubungan seksual dengan budak wanita yang dimiliki bukan termasuk zina yang dilarang Allah. Dan perlu dicermati lebih jauh bahwa di abad ketujuh dimana Syariat Islam diturunkan, fenomena perbudakan adalah sesuatu yang bersifat bagian utama dari sistem masyarakat manapun, bukan hanya milik jazirah arab saja.

Perbudakan adalah ribuan tahun sebelum masa turunnya syariat Islam. Perbudakan telah dikenal sejak zaman Romawi dan Yunani Kuno, Mesir kuno, Sumeria, Babylonia dan peradaban-peradaban kuno lainnya. Semua menyepakati sistem perbudakan dimana mereka memang bisa melakukan hubungan seksual dengan para budak. Juga jual beli budak diakui secara aklamasi di semua peradaban manusia. Sehingga budak adalah salah satu komoditi masyarakat yang telah dikenal ribuan tahun lamanya di setiap belahan dunia. Ketika Islam datang, perbudakan tidak bisa dihapuskan dalam sehari, tetapi butuh proses panjang selama puluhan bahkan ratusan tahun. Selama proses itu berlangsung, Islam telah secara intensif menutup semua pintu perbudakan dan membuka lebar pintu ke arah pembebasannya.

Namun biar bagaimana pun Islam tidak bisa tiba-tiba secar frontal tidak mengakui perbudakan karena perbudakan di masa itu adalah realitas sosial. Sehingga beberapa hukum yang sebelumnya berlaku secara umum, pada kondisi tertentu masih bisa diterima dalam Islam. Termasuk diantaranya menjual atau membeli budak dan juga melakukan hubungan seksual. Meski hari ini perbudakan praktis tidak ada lagi, bukan berarti hukumnya menjadi tidak berlaku. Karena tidak ada seorang pun yang bisa menjamin bahwa suatu peradaban akan mengalami set back ke belakang meski sudah pernah mengalami kemajuan. Sehingga bila suatu saat nanti, Allah menghendaki terjadi perbudakan lagi, Islam telah memiliki hukum yang mengatur perbudakan.

Anonim mengatakan...

sudah tau perbudakan itu SALAH! kok diikutin!. kalo memang dari TUHAN, tidak mungkin TUHAN mengijinkan sesuatu hal yang salah (sesuatu hal yang dibenciNYA).


coba renungkan itu.

Anonim mengatakan...

Jika budak itu adalah seperti emas dan berlian pada masa sekarang,bagaimana perekonomian negara ini jika tiba2 emas dan berlian benar2 tidak ada nilainya? Berapa banyak orang yg akan miskin mendadak? Berapa banyak orang yg akan menjadi semakin miskin karena hancurnya perekonomian?

Renungkan baik2

Anonim mengatakan...

Terima kasih saya mengerti sekarang. Jadi dalam Islam saya boleh mengorbankan moralitas demi kelangsungan ekonomi.

Ajaran Quran memang benar benar lebih tinggi derajatnya karena datang 600 tahun sesudah Isa AS. Isa AS mengatakan jika kamu memandang perempuan dan menginginkannya kamu sudah berzinah. Tetapi Al Quran datang dengan solusi yang lebih realistis secara ekonomi. Benar benar brilian.

Isa AS terlalu idealis atau Allah swt nggak konsisten menerapkan hukum ya?

allan cassanova mengatakan...

inti pemikiran anda berbeda dngn mksud penjelasan admin bung,.. Nyata skali jlan fikiran anda brtolak blakang sma pnjelasan admin, ya ngk nyambung...hati anda tdk mau mnrima maksd dr pnjlasanx.. Coba anda baca pelan2 lalu camkn, insyAllh anda mengerti isi dr uraianx..

raysha analky mengatakan...

100 % persen islam menghapus perbudakkan.
karna banyak dalam ayat2 Quran menerangkan tentang hukum yg berkaitan pengapusan perbudakan itu. semisal dlm hal seseorang yg bersumpah lalu membatalkan sumpahnya maka untuk membatalkan sumpah itu harus memerdekakan seorang budak untuk membayarnya..
dlm hal berhubungan badan dengan budak perempuan yang mana Quran menerangkan harus di nikahi dulu.hukumnya..
kesimpulanya jangan menerangkan suatu hukum dalam Quran jika hanya berdasarkan pada sepenggalan ayat saja.. pelajari dulu ayat2 ayat terkait yg saling berhubungan..

iand brebet mengatakan...

mempelajari alqura tidaklah sama seperti mempelajari kitab-kitab lain. alquran adalah firman Allah, jadi mempelajari alquran haruslah berdasarkan ilmu dan tuntunan (penjelasan) Nabi. zinah dalam islam adalah terlarang, bahkan dengan hewan sekalipun. menggauli budak bukanlah diartikan seenaknya, bahwa kita bebas untuk menggauli mereka begitu saja, tetapi harus melalui nikah. cobalah melihat pada ayat-ayat yang lain yang mensyaratkan harus adanya pernikahan (perjanjian) anatara majikan dengan budaknya sebelum digauli. alquran memisahkan kata ISTRI dengan kata BUDAK YANG KAMU MILIKI, sebagai isyarat bagi orang beriman untuk tidak mengaggap tercela menikahi budak. sebab kalau hanya kata ISTRI saja yang disebutkan, maka orang-orang akan enggan untuk menikahi para budak, mereka hanya mencari istri dari kalangan wanita-wanita merdeka saja. karena budak pada masa itu dianggap setara dengan binatang oleh masyarakatnya, dan masyarakat menganggap hina menikahi budak, maka alquran mangatakan tidaklah tercela seseorang bergaul (menggauli) budaknya, tetapi itu semua harus melalui jalan pernikahan. banyak ayat yang berbicara tentang itu, tidak usah saya sebutkan di sini, anda sendirilah yang mencarinya, jika benar anda serius ingin mencari kebenaran.
wassalam.

Anonim mengatakan...

ya kalo gitu bilang aja gauli istri2 mu kenapa mesti pakai istilah budak kan sudah dinikahi,,,aneh juga boleh menggauli budak tetapi yg harus sudah dinikahi....itu sih bukan budak tapi istrinya kan sudah dinikahi? jadi jangan mengada ngadalah budak ya budak istri ya istri, intinya ayat diatas istri boleh digauli budak juga boleh gitu aja kok rept muter2

Islam Rahmatan Lil Alamiin mengatakan...

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama dan yang terpenting entah untuk muslim maupun non-muslim, dalam menafsirkan/menerjemahkan isi kandungan Alqur'an kita harus menguasai ilmu tafsir (saya sendiri masih awam dalam ilmu ini) sehingga penafsiran Alqur'an tidak terkesan serampangan dan membabi buta, itupun tidak cukup untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud oleh Allah SWT sebab sebenar-benarnya maksud hanya Allah SWT sajalah yang tahu, Wallahu 'alamu bishowab.

Kedua khususnya untuk kalangan muslim, menurut saya kita tidak perlu malu dan berkecil hati mengenai Ayat-ayat Alqur'an yang mengabarkan tentang budak (hamba sahaya), sebab pada dasarnya kita semua hanyalah seorang hamba yaa... hamba Allah SWT yang Maha Besar sedang kita hanyalah kecil bak sebutir pasir dihadapan-Nya, dan kalau Allah SWT menceritakan tentang budak insya Allah itu adalah peraturan yang terbaik buat umat manusia, entah itu untuk kebaikan si budak dan kebaikan majikannya (tuannya).

Ketiga yang perlu kita ketahui adalah ajaran abrahamic (Yahudi, Nashrani dan Islam) semuanya menyinggung masalah perbudakan begitu juga Alqur'an karena sejatinya ajaran-ajaran tersebut bersumber dari Tuhan yang sama yakni Allah SWT Yang Maha Esa.

Apa kata alkitab perjanjian lama tentang budak ???
mari kita lihat : "Tetapi apabila dia berkata kepadamu: Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau, karena ia mengasihi engkau dan keluargamu, sebab baik keadaannya padamu, maka engkau harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu, sehingga ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kauperbuat kepada budakmu perempuan". (ulangan 15:16-17)

"Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu. Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; dan setelah TUHAN Allahmu menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN Allahmu, boleh kau pergunakan. (ulangan 20:11-14)

dari dua firman tuhan tersebut Tuhan mengatur tentang budak dan apa yang harus dilakukan kepada budak, dan ditegaskan pada ulangan 20:14 budak (hamba) yg didapat dari hasil jarahan perang boleh dipergunakan, disitu Tuhan tidak mengatur secara spesifik digunakan untuk apa, maka kalau konteksnya untuk hubungan sex, saya kira kita bisa juga mengatakan budak boleh digunakan untuk pemuas nafsu, sebab firman tuhan dalam ulangan 20:14 tidak secara spesifik boleh dipergunakan untuk apa. Kalau perempuan yg didapat dari jarahan tidak diartikan menjadi budak maka akan semakin memperluas arti saja, sebab sekedar menjadi jarahan saja sudah boleh kau pergunakan apalagi yang dijadikan budak.


(maaf karena halaman tidak cukup dilanjut pada komentar selanjutnya, Bagaimana kata alkitab perjanjian baru ???)

Islam Rahmatan Lil Alamiin mengatakan...

(Lanjutan Bagian 2)

Bagaimana kata alkitab perjanjian baru ???
"Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan". (Efesus 6:8)
dari ayat tersebut diceritakan tentang hamba (budak) dan orang merdeka, ayat tersebut bersumber dari surat Paulus kepada Jemaat di Efesus, berarti pada masa itu Paulus juga melihat ada praktek perbudakan. satu lagi surat paulus yang melihat ada praktek perbudakan yaitu :
"Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga. (Kolose :4:1)
Ketika paulus melihat budak yang ada pada Jemaat di Efesus dan Kolose, sebenarnya budak disitu dipergunakan untuk apa ??? kalau kita mengacu lagi pada ulangan 20:14 yaa.. bisa dipergunakan untuk apa saja termasuk juga untuk pemuas nafsu birahi sebab tidak ada batasan khusus dari Tuhan untuk dipergunakan untuk apa.

Apa kata ajaran Islam tentang budak ?? dalam Islam dikenal ada dua sumber hukum dan peraturan yaitu Alqur'an dan Al Hadits, catatan untuk hadits hanya hadits-hadits shoheh dan minimal hadits yg hasan sajalah yang boleh dipergunakan menjadi dasar hukum, (maksud shoheh=yang dipercaya dan diakui kebenarannya bahwa hadits tersebut bersumber dari Nabi Muhammad SAW). bahasan ini kita persempit pada masalah budak boleh digauli layaknya seorang istri sebab kebanyakan non-muslim mencela Islam karena masalah perbudakan.

Menurut pendapat saya : saya dengan tegas mengakui bahwa Allah SWT memang telah melapangkan hak kepada seorang tuan (majikan)yang beriman kepada-Nya terhadap budaknya, termasuk juga perbuatan menggauli selayaknya seorang isteri, sebagaimana Firman-firman Tuhan yang terdapat pada kitab-kitab sebelumnya Taurat dan Injil. Firman Allah SWT dalam Quran Al-mu'minun 5-7 "dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela, Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas". Sebagai orang yang beriman kepada Dia Allah Yang Maha Esa mari kita akui dan syukuri kalau Firman-firman yang berkaitan tentang hal tersebut sebagai tanda rahmat Allah SWT kepada yang beriman, sebagaimana Allah SWT juga melimpahkan rahmat-Nya kepada orang-orang yang beriman pada masa-masa sebelumnya yang termaktub khususnya pada Taurat dan Injil.

Namun jangan lupa bahwa Allah SWT juga akan membebaskan kehidupan manusia di dunia ini dari praktek perbudakan meskipun sukar dan berat dilaksanakan oleh manusia, sebab sudah menjadi sifat dan watak alami manusia kita sangat berat melepaskan dengan suka rela harta dan apa-apa yang telah dimiliki dengan susah payah dan bayaran mahal bahkan dengan pertaruhan nyawa (dalam perang), anjuran Allah SWT agar memerdekan budak dengan suka rela sebagaimana termaktub dalam Qur'an AL-balad 12-13 "Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan".

Jika kita mau dengan ikhlas memerdekan budak maka sudah tentu Allah SWT akan membalasnya dengan setimpal, dalam hadits "Siapa saja seorang muslim yang membebaskan seorang budak yang muslim, maka perbuatannya itu akan menjadi pembebas dirinya dari api neraka."[HR. Tirmidzi, Imam al-Mundziri berkata: “Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan beliau mengatakan hadits ini Hasan Shahih (No. 1547)


(bersambung ke Cara Allah SWT menghapuskan praktek perbudakan)

Islam Rahmatan Lil Alamiin mengatakan...

(Lanjutan bagian 3)

Cara Allah SWT menghapuskan praktek perbudakan bukan saja dengan cara majikannya melepaskan dengan sukarela tapi akan menjadi keharusan (kewajiban) ketika muslim melakukan pelanggaran ajaran Islam, Banyak kita temukan dalam ajaran Islam berbagai kafarah/tebusan dalam suatu kesalahan/pelanggaran dengan membebaskan budak, misalnya kafarah berhubungan badan di siang hari bulan ramadhan, kafarah sumpah dan lain-lain, begitu juga jika melukai budak tersebut. Sehingga peluang para budak untuk merdeka semakin besar. Dalam sebuah hadits yang mengisahkan adanya seorang tuan yang memotong hidung budaknya, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada budak itu. "Pergilah engkau karena sekarang engkau orang yang merdeka, maka budak itu berkata: “Ya Rasulullah saya ini maula (budak) siapa”, Beliau menjawab : “Maula Allah dan RasulNya.” [Hasan, HR. Ahmad II/182, Abu Daud No. 4519, Ibnu Majah No. 2680, Ahmad II/225].

Tidak itu saja cara budak bisa menjadi seorang yang merdeka yaitu bisa dengan cara muktabah menebus/membayar dirinya, Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, "Mukatabah adalah seseorang budak menebus/membayar dirinya kepada tuannya dengan uang cicilan, dua cicilan atau lebih" [Manhajus Salikin Wa Taudihil Fiqh Fid Din hal. 189, cet.I, Darul Wathan]. Maka hedaknya para tuan (majikan) (harus mau) melakukan perjanjian dengan budaknya ketika budak yang dimilikinya bermaksud melakukan muktabah, Allah SWT berfirman pada Qur'an An-nur 33 "Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi...".

Begitulah cara Allah SWT dan Rasul-Nya melepaskan dunia ini dari praktek perbudakan meskipun akan berat dilakukan oleh manusia sekalipun yang sudah beriman kepada-Nya. Seandainyapun keberadaan budak masih ada dibumi ini (kehidupan manusia) maka konsekuensi dalam memperlakukan budak sebagai seorang muslim yaitu harus memperlakukan budak layaknya saudaranya sendiri, Nabi Muhammad SAW berdabda "Mereka (para budak) adalah saudara dan pembantu kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka barang siapa yang memiliki saudara yang ada dibawah kekuasaannya, hendaklah dia memberikan kepada saudaranya makanan seperti yang ia makan, pakaian seperti yang ia pakai. Dan janganlah kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang memberatkan mereka. Jika kamu membebani mereka dengan pekerjaan yang berat, hendaklah kamu membantu mereka.”[HR. Bukhari I/16, II/123-124]. Dari hadits itu bisa ditarik kesimpulan bahwa para tuan harus mengangkat derajatnya selayaknya derajatnya saudaranya sendiri bahkan sampai makanan dan pakaiannyapun harus sama dengan saudaranya sendiri dan dilarang keras memberi pekerjaan yang berat bahkan harus membantu para budak dalam pekerjaannya ketika pekerjaan itu terlalu berat bagi mereka.

(bersambung ke Agar lebih puas lagi)

Islam Rahmatan Lil Alamiin mengatakan...

(Lanjutan bagian terakhir)

Agar lebih puas lagi, karena kita sedang membicarakan masalah pemuas nafsu bagi tuannya yang mempunyai budak dipergunakan untuk hubungan badan maka konsekuensi harus memperlakukan mereka selayaknya saudaranya sendiri, saya kira kalau diperlakukan selayaknya saudara malah menjadikan status budak tersebut derajatnya lebih tinggi dari isteri-isterinya atau minimal sederajat dengan isterinya, sebab dalam islam isteri harus yang bukan muhrim alias seorang isteri secara asal nasabnya/garis keturunannya bukan dari lingkungan saudara. maka menurut saya bagi para majikannya yang tetap ingin mempunyai budak harus siap secara mental untuk mengangkat derajat budaknya layaknya saudaranya. Siapkah .... ??? jawabnya tergantung masing-masing individu lebih bagus lagi berunding dulu dengan sang isteri (kalau sudah punya isteri), sebab mengangkat derajat orang lain selayaknya saudara saya kira bukan pekerjaan yang ringan dan membutuhkan mental yang kuat apalagi kalau orang itu asalnya dari budak.

Begitulah cara Islam dalam memperlakukan seorang budak baik wanita maupun pria, melindunginya mencukupi kebutuhannya sampai mengangkat derajatnya seorang budak, sebab pada dasarnya derajat semua manusia tidak peduli seorang budak ataupun orang yang merdeka dihadapan Allah SWT adalah setara yang membedakannya hanyalah tingkat ketakwaan kepada-Nya. Mengenai kenapa orang bisa menjadi budak ??? silahkan ditelaah lagi kajian islam dengan hati terbuka seraya mencari petunjuk dari Yang Maha Benar agar terhindar dari perasaan dengki dan terhindar dari beratnya siksa api neraka.

Terakhir untuk mengingatkan saja barang siapa mengingkari aturan Allah SWT dalam Firman-firman-Nya mengenai seorang budak yang sejatinya juga diatur juga pada Taurat dan Injil (entah yang kalian kenal dengan Alkitab, Perjanjian Baru, Perjanjian Lama) maka tanpa kita sadari telah menanam benih buruk sangka kepada sang Maha Pencipta, dan bagi non-muslim silahkan ditelaah lagi kitab suci anda, semoga kita terhindar dari itu, dan mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan dan komentarnya terlalu panjang, Wallahu 'alam

Wassalamu 'alaikum warahmatullhi wabarakatuh

Islam Rahmatan Lil Alamiin mengatakan...

Agar berimbang sekarang mari kita tanya kepada kristen yang ngotot mencela Firman Tuhan tentang perbudakan :

- bagaimana menurutnya tentang firman-firman yang menceritaan tentang perbudakan yang ada di alkitab ???

- Apakah status derajat budak ditinggikan ??? dan bagaimana pendapat anda yang mendapati majikan membeda-bedak perlakuan terhadap pembantu ???
kita sering lihat perbedaan perlakuan terhadap pembantu (sering tercermin dari film-film) dari cara berpakaian pembantu sangat berbeda dengan majikannya biasanya diberi seragam khusus pembantu.

- Bagaimana solusi yang ditawarkan alkitab dalam menghapus masalah perbudakan, karena kita jangan menutup mata masalah perbudakan akan terus ada di bumi sebab ini sudah menjadi watak manusia ingin selalu menguasai sesuatu ???

3 pertanyaan saja sudah cukup bagi saya, dan satu solusi lainnya dari Alqur'an dalam menghapus perbudakan sekaligus menghindari dari perbuatan pelacuran (saya tambahkan terlewat oleh saya pada komentar sebelumnya), dalam Qur'an An-nisaa : 25 "Dan barangsiapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka, dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka melakukan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kemasyakatan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Supaya lebih objektif dan tidak omdo saya menemukan situs yang Insya Allah itu milik kalangan kristen yang menjawab masalah perbudakan, intisarinya seperti ini :

Pertanyaan: Apakah Alkitab mendukung perbudakan?

Jawaban: Alkitab tidak secara khusus mengutuk praktek perbudakan. Alkitab memberi instruksi bagaimana perlakuan terhadap para budak (Ulangan 15:12-15; Efesus 6:9; Kolose 4:1), namun tidak membuat praktek perbudakan sama sekali ilegal. Banyak orang melihat hal ini sebagai indikasi bahwa Alkitab mendukung segala macam praktek perbudakan.

Baca lebih lanjut: http://www.gotquestions.org/Indonesia/perbudakan-Alkitab.html

dan ini cuplikan profil dari situs ini :"Got Questions Ministries berusaha memuliakan Tuhan Yesus Kristus dengan menyediakan jawaban-jawaban yang berdasarkan Alkitab, dapat diterapkan dan dijawab secara cepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hal-hal rohani melalui Internet. GotQuestions.org adalah pelayanan sukarela dari orang-orang yang berdedikasi dan terlatih"

Anonim mengatakan...

Pembantu sama dengan budak gak ya?

Islam Rahmatan Lil Alamiin mengatakan...

Anonim berkata...

Pembantu sama dengan budak gak ya?
===============

Menurut saya sangatlah berbeda. kalau menurut kamu ???

kalau boleh tau anda beragama apa ?? maaf kalo saya menanyakan hal yang bersifat privaci, semata agar antara kita tidak terjadi kesalhpahaman saja.

Anonim mengatakan...

sy ingin menanggapi ini dr sudut pandang logika sy dan bukan dr sudut pandang agama mana pun.Benar tdknya sy serahkan kepada masing2 pribadi.sy akan menulis poin2nya saja agar tdk menyita waktu para pembaca.
- judul salah,fitnah=menuduh yg tdk benar.
- muhammad selain sebagai pemimpin agama,beliau juga pemimpin kaum,dan oleh krn itu muhammad juga seorang politikus,sama seperti nabi2 sebelumnya
-semua pemimpin di jaman dulu itu, otoriter dan salah satu cara untuk membungkam orang adalah dgn mengatas namakan tuhah.
-kenapa ayat2 dlm alkuran turun satu persatu? karna sangat tergantung pada situasi dan kondisi pd saat itu contohnya,anjuran untuk berperang, dijaman itu perang memang hal yg biasa.membunuh,potong tangan,poligami,dan perbudakan,itu juga hal yg biasa,dan berlaku dlm kehidupan bermasyarakat pd jaman itu.
-muhammad dpt dikatakan sebagai pemimpin yg hebat atau politikus ulung yg telah banyak melakukan perubahan2 dlm kehidupan bermasyarakat pd saat itu sampai saat ini misalnya,tentang perang:perangilah,tp klu kamu terdesak cepatlah menyerah,dr pada kamu mati konyol awlloh huakbar.membunuh,,darahnya halal.potong tangannya,,,potongannya buanglah kelaut.poligami,,,budakmu juga boleh,tp jgn terlalu banyak nanti kamu cepat pake tongkat.perbudakan,,, klu kepepet jual saja,dan masih banyak lagi pengajaran2 muhammad yg bisa menghibur org dikala lagi stres.
-hamba tdk sama dgn budak.hamba=pekerja dan mempunyai hak2 yg sama sebagai manusia.budak,= yg anda jelaskan bahwa separuh binatang.
-ayat yg dikemukakan itu adalah pengajaran untuk berlaku adil terhadap sesama,krn dihadapan tuhan kita semua sama.
-tanggapan tuk terang aang,kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.mungkin itu yg lebih tepat.

Anonim mengatakan...

Anda mengatakan budak seperti setengah manusia dan setengah binatang. lalu apakah anda lebih mulia dari budak? sehingga mengatakan demikian. bagaimana dengan hagar yang jelas2 budak sarah. apakah anak budak menjadi budak juga? seperti ismael. saya sangat tidak setuju pandangan anda tentang budak karena budak juga manusia ciptaan tuhan juga.

Anonim mengatakan...

dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil,Maka (kawinilah) seorang saja,atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (Q.S An-Nisaa’ :3)

islam itu agama yg tidak memandang seseorang itu berdasarkan status sosialnya
"Maka (kawinilah) seorang saja,atau budak-budak yang kamu miliki."
mgk maksud ayat diatas lebih condong diartikan yakni kita di halalkan menikahi wanita yg statusnya hamba sahaya,apabila kita tidak mampu menikahi wanita yg status sosialnya lebih diatas.

Anonim mengatakan...

@ anonim 17 februari 2014 22.46

Ayat diatas nampak jelas bahwa itu adalah wahya auwlloh di abad ke 7 dimana auwlloh belum bersekolah,dan ayat ini diturunkan juga buat org2 yg masih kolot,tolol,goblok,dan picik.Dan kepada yg masih melihat ayat diatas sebagai pengajaran yg masih patas untuk diterima sy ucapkan selamat berkolot ria,semoga makin tolol,makin goblok,dan makin picik.

Anonim mengatakan...

Al-Qur'an diturunkan pada zaman masih berlakunya perbudakan. Jadi ga usah diributin lain halnya kalo zaman sekarang masih ada perbudakan.Mana ada sih zaman sekarang orang mau jadi budak.Tidak akan diam kaum kafir sebelum engkau mengikutinya.

Anonim mengatakan...

@ anonim 23 februari 06 28

Firman TUHAN abadi,kekal selama lamanya,dan tdk akan usang oleh karna waktu.Jadi ayat yg usang itu pasti bukan wahyu allah,itu wahyu dr setan untuk si mamat yg CABUL dan untuk org2 goblok bin tolol.

Anonim mengatakan...

Betul sekali saya setuju dgn orng d atas ini .. Firman Allah itu tetap dan tak akan berubah seperti kitab agama yg lain jg yg tak prnh berubah-ubah dan tak lekang oleh waktu tak ada lg tambah2an???

Sesungguhnya Al-quran itu turun kepada nabi Muhammad d sertai kondisi pada saat itu dan sebagian untuk masa yg akan datang. Dan akan slalu dtng manusia2 dengki yg salah arti kmudian mncari celah. Islam itu bkn cma satu ayat, klo anda berhenti d satu ayat maka anda akan tersesat. Jgn asal bicara.

Saya baru tau ada agama yg belajar menghujat seperti itu? Apakah agamanya yg mengajari seperti itu? Apakah orngnya saja yg seperti itu?

Anonim mengatakan...

Betul sekali saya setuju dgn orng d atas ini .. Firman Allah itu tetap dan tak akan berubah seperti kitab agama yg lain jg yg tak prnh berubah-ubah dan tak lekang oleh waktu tak ada lg tambah2an???

Sesungguhnya Al-quran itu turun kepada nabi Muhammad d sertai kondisi pada saat itu dan sebagian untuk masa yg akan datang. Dan akan slalu dtng manusia2 dengki yg salah arti kmudian mncari celah. Islam itu bkn cma satu ayat, klo anda berhenti d satu ayat maka anda akan tersesat. Jgn asal bicara.

Saya baru tau ada agama yg belajar menghujat seperti itu? Apakah agamanya yg mengajari seperti itu? Apakah orngnya saja yg seperti itu? Ataukh itu bentuk kasih sayang trhadap sesama yg d ajarkan?

Anonim mengatakan...

@ anonim 2 maret 2014

Betul sekali saya setuju dgn orng d atas ini .. Firman Allah itu tetap dan tak akan berubah seperti kitab agama yg lain jg yg tak prnh berubah-ubah dan tak lekang oleh waktu tak ada lg tambah2an???

- Kebenaran Agama tdk dilihat dr tulisannya ,ttp dr pengajarannya,jadi kau tdk perlu berbangga hanya dgn mengatakan bahwa alkuran tdk pernah berubah.Agama hrs dilihat dr pengajarannya atau makna yg terkandung didlm tulisan itu.
Pengajaran dr ALLAH pastilah baik dan kekal untuk selama lamanya,sementara pengajaran si mamat sdh banyak yg kadaluarsa.


Sesungguhnya Al-quran itu turun kepada nabi Muhammad d sertai kondisi pada saat itu dan sebagian untuk masa yg akan datang.

- Coba kau tunjukkan mana yg untuk masa lalu dan mana yg untuk masa yg akan dtg
- Jgn2 auwlloh ikut2an sama budaya manusia,,klu manusia perperang,auwlloh membuat aturan perang,klu manusia memperbudak sesamanya,auwlloh membuat aturan untuk memperbudak,dan klu manusia saling tdk akur,auwlloh mengatur siapa yg hrs dibenci.Tetapi ini mungkin sikap auwlloh dimasa lalu,klu sekarang bagaimana ya,,,?

Dan akan slalu dtng manusia2 dengki yg salah arti kmudian mncari celah. Islam itu bkn cma satu ayat, klo anda berhenti d satu ayat maka anda akan tersesat. Jgn asal bicara.

- Agama adalah sebuah ideologi gebblek,sehingga tdk bisa terhindar dr kritikan,demikian juga terhadap tokoh yg mempopulerkannya.Hanya org2 picik saja yg ketika mendapat kritikan mengatakan dihujat,difitnah,dibenci,dan melihat org yg tdk sefaham sebagai musuh,tanpa mau introspeksi diri atau menyanggah apa yg dia katakan fitnah atau hujatan.

Saya baru tau ada agama yg belajar menghujat seperti itu? Apakah agamanya yg mengajari seperti itu? Apakah orngnya saja yg seperti itu? Ataukh itu bentuk kasih sayang trhadap sesama yg d ajarkan?

- Itu karna kau picik,,skali lagi,agama adalah ideologi,dan semua ideologi dimuka bumi ini tdk lepas dr kritikan.
Sanggah saja klu kau anggab tdk benar,dan luruskan saja klu kau anggab salah,jgn kau seperti si mamat yg murka klu dibantah.Semoga jiwamu tdk semakin kerdil,,AMEN
-SY MUHAMMAT CABUL

Anonim mengatakan...

Belum bisa dikatakan baik seseorang jika masih mengatakan orng lain buruk...
Jd anda renungkan mna yg baik dan mna yg buruk...jd jgn hanya bisa mengatakan jlan yg anda tempuh slah...sementara anda sendiri tdk tau mna jlan yg benar..

Anonim mengatakan...

@ anonim 23 maret 2014 08.27

Belum bisa dikatakan baik seseorang jika masih mengatakan orng lain buruk...

- ha,,,ha,,ha,,,kau dapat ilmu dr mana nak,,,?yang buruk,katakan buruk yg baik,katakan baik jangan ragu dan jgn malu nak.


Jd anda renungkan mna yg baik dan mna yg buruk...jd jgn hanya bisa mengatakan jlan yg anda tempuh slah...sementara anda sendiri tdk tau mna jlan yg benar..

- Jln yg benar adalah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.Jgn kau potong tangannya,jgn kau potong jarinya,jgn kau pancung,jgn main hakim sendiri,jgn berperang,jgn pasang bom disembarang tempat,jgn teriak2 krn mengganggu org lain, berlapang dada ketika mendapat kritikan,tdk sibuk menegakkan agama krn agama yg miring pasti akan tumbang.

- Sekedar masukan,,agama yg baik pasti tegak dgn sendirinya,tanpa harus ditegakkan dan agama yg tdk baik pasti akan tumbang walaupun kau sibuk menopangnya.

Kyan Tanjali mengatakan...

bagimu agama mu dan bagiku agamaku

Anonim mengatakan...

Anda berdebat agama dan kepercayaan yg benar, saling menghina, mencaci sesama mahkluk ciptaan tuhan yg maha esa tp anda semua tidak sadar apa yg anda lakukan melalui perkataan yg kotor, tidak menghargai sesama manusia yg menganut agama & kepercayaan masing-masing di semua link internet, sekarang saya mau bertanya kepada para manusia yg suka menghujat agama lain :
1. Apakah allah / tuhan yang maha esa mengenal anda nanti di saat hari kiamat / hari penghakiman??????????.
2. Apakah anda sudah menjalani semua perintah allah / tuhan yang maha esa dan menjauhi segala larangannya serta mengikuti 10 hukum taurat musa????????????.
3. Apakah anda mengenal diri sendiri dan mengkoreksi diri sendiri di depan cermin bahwa anda itu benar??????????????????????.
4. Apakah anda sudah banyak menolong, membantu dan berdoa supaya dunia tidak terjadi perang antar sesama manusia???????????.
5. Apakah anda sudah mengasihi diri sendiri dan mengasihi orang lain serta memaafkan musuh anda??????????????.
Jawabannya : ANDA PASTI 1000% TIDAK BISA MENJAWABNYA BERARTI ANDA IBLIS DAN TIDAK DIKENAL ALLAH / tuhan yang maha esa

Anonim mengatakan...

kalau saudara sekalian mengerti cara mengunakan logika maka saudara akan mengerti benar atau salah ,baca dan renungkan bila memang itu tidak benar katakan tidak benar jangan memutar balikan fakta jangan di butakan oleh suatu ajaran apapun bila bertentangan dengan logika saudara sendiri ,timbang dan putuskan layak atau tidakah saudara mempelajari atau meyakini suatu ajaran yang sangat tidak relevan untuk saat lalu maupun sekarang ..pastikan logika anda bekerja dengan benar..salam..

Anonim mengatakan...

Kalian lupa..agamamu utk kamu agamaku untuk aku...
Kalian semua telah dibutakan mata hati kalian..
Kalian telah dilupakan..
Kalian tidak sadar telah di kotak kotak..
Islam bukan musuh kristen
Nasrani bukan musuh bagi islam..
Musuh kalian adalah keakuan diri kalian sendiri..
Musuh kalian akan sama pada satu saat nanti..
Yaitu dajjal...
Dajjal yang telah membutakan mata hati kalian semua..
Kitab suci tetap kitab suci..
Kalian lupa..dajjal punya kitab setan kitab iblis..
Renungkanlah...mari bergandeng tangan..kita dicipta utk saling mengasihi menyayangi dan berdampingan..

Anonim mengatakan...

Qur'an wahyu Allah?
bisa jadi iya dan bisa jadi tidak ataupun cara Muhammad untuk mengendalikan kondisi politik saat itu.
Tapi dari segi proses pembuatan Qur'an dapat dikatakan juga masih cacat.
Qur'an tidak lain adalah hasil penulisan kembali dari hafalan ataupun tulisan para qurra.
Banyak teks maupun hafalan yang hilang dan lupa.
Legitimasi Qur'an juga tidak ada si Muhammadnya.
si Uthsman membakar teks-teks asli Qur'an mungkin karena ada kepentingan politik tertentu.
Dari segi proses Qur'an cacat dan sebagian isinya juga cacat.
Jadi belum bisa dikatakan sempurna, jadi jangan bodoh.
Tidak ada yang bisa dibanggakan dari Qur'an.

Anonim mengatakan...

http://www.answering-islam.org/indonesian/muhammad/bukti-bahwa-muhammad-adalah-nabi-sejati.html

Anonim mengatakan...

Menanggapi blog ini,
1. Saya tidak setuju ada wanita yang disebut setengah binatang, mereka juga manusia yang patut untuk dihargai.
2. Dikatakan Al-Quran menyesuaikan sistem yang ada pada jaman itu, apakah jaman sekarang ada hukum yang jelas mengenai perbudakan dan perzinahan?
3. saya sempat mendengar wanita diperkosa di Arab harus disaksikan setidaknya 4 orang laki-laki muslim, baru dapat melapor, apa itu benar? Malah wanita yang melapor akan dihukum cambuk karena telah berzina.


Tidak ada maksud sama sekali untuk menghina atau menyudutkan, hanya ingin tahu alias belajar. Cukup dijawab dengan bijak.
Terima kasih

Muhammad Syahroni mengatakan...

Pengertian kita yang sempit menghasilkan pemahaman yang sempit pula.

karena sifat munafik akan selalu ada pada kita....mari berlomba-lomba untuk kebaikan



salam damai

Anonim mengatakan...

bukti BUDAK HALAL ada di bible: leviticus(Imamat 19:20)

“Apabila seorang laki-laki berjanji akan menjual budaknya yang perempuan kepada laki-laki lain untuk dijadikan selirnya, dan orang yang mau membeli budak itu belum membayarnya, lalu pemilik yang semula bersetubuh dengan budak itu, mereka harus dihukum, tetapi tidak boleh dihukum mati, sebab bagaimanapun juga perempuan itu masih budaknya.”

Penjelasannya:
Disini menunjukkan bahwa Pemilik /Tuan BOLEH bersetubuh dengan budaknya, dan

DILARANG Pemilik/Tuannya bersetubuh dengan budaknya apabila budaknya itu sudah laku terjual buat selir orang lain walaupun belum lunas pembayarannya.

Anonim mengatakan...

Untuk yg beragama Kristen

1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen ?

2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun (kan menghilang Yesusnya) ?

3. Pernahkah Yesus mengatakan "Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku" ?

4. Pernahkah Yesus Mengatakan:
“Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya” ?

5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu ?

6. Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia ?

7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga ?

8. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya ?

9. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya ?

Orang Kristen kok diem semua....
Kok ditanya gak jawab ya...
Saya bertanya bukan menyindir..

------------------------------------

Tetapi jika kebenaran Allah oleh DUSTAKU semakin melimpah bagi kemulian-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ?
(Roma 3:7)

Tuh, Kristen itu agama kebohongan Si Paul. Coba kalian buka Bibble kalian dan cermati Roma 3:7, kalo pe5rlu ayat sebelum dan sesudahnya, atau mungkin memakai bahasa Hebrew !

-------------------------------------

Adakah org yg bisa membuktikan kesalahan dalam al-Qur'an ? SAYA TANTANG KALIAN SEMUA !

Anonim mengatakan...

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah Masih ad Dajjal

Siapa Masih ad Dajjal?

Yaitu orang2 yang sok pengasih, menyebarkan ajaran kasih sayang, padahal dia adalah Dajjal yang suka memerangi ajaran Tuhan yang haq dan suka memperolok2 rasulnya, bahkan menuhankan makhluknya

Anonim mengatakan...

menggauli budak? sebenarnya Al-kitab juga tidak melarang menggauli budak, cuma masalahnya orang kristen itu ga pernah baca PL tentang hukum perbudakan.

orang kristen hanya hafal ayat Matius 5:28 inilah ayat yang selalu dihubung-hubungkan dengan budak, padahal ayat ini sama sekali tak ada hubungan dengan hukum perbudakan.

Adi Jullio mengatakan...

Dan sekarang mari kita lakukan perbandingan dengan aturan mengenai perbudakan didalam alkitab. Dan berikut ini adalah ulasannya :

1. Perbudakan seumur hidup diharuskan dalam kekristenan.

Keluaran
21:1 "Inilah peraturan-peraturan yang harus kaubawa ke depan mereka.
21:2 Apabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun yang ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apa.
21:3 Jika ia datang seorang diri saja, maka keluarpun ia seorang diri; jika ia mempunyai isteri, maka isterinya itu diizinkan keluar bersama-sama dengan dia.
21:4 Jika tuannya memberikan kepadanya seorang isteri dan perempuan itu melahirkan anak-anak lelaki atau perempuan, maka perempuan itu dengan anak-anaknya tetap menjadi kepunyaan tuannya, dan budak laki-laki itu harus keluar seorang diri.
21:5 Tetapi jika budak itu dengan sungguh-sungguh berkata: Aku cinta kepada tuanku, kepada isteriku dan kepada anak-anakku, aku tidak mau keluar sebagai orang merdeka,
21:6 maka haruslah tuannya itu membawanya menghadap Allah, lalu membawanya ke pintu atau ke tiang pintu, dan tuannya itu menusuk telinganya dengan penusuk, dan budak itu bekerja pada tuannya untuk seumur hidup.

Dalam ayat tersebut bahkan tuhannya kristen membenarkan adanya perbudakan seumur hidup jika budak tersebut memiliki seorang anak. Ada hal yg sangat mengherankan disini, yaitu tuhan didalam PL malah berusaha menjadikan anak seorang budak sebagai budak bagi tuannya. Jelas-jelas hal tersebut sama halnya dengan tindak Eksploitasi anak, tidak ada kebebasan bagi si anak dan anak budak tersebut harus menjadi budak sama seperti ayah dan ibunya.

2. Pemukulan terhadap budak sampai mati itu dibolehkan, asal budaknya masih bisa bertahan hidup sselama satu sampai dua hari pasca pemukulan.

Keluaran
21:20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan.
21:21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.

Bahkan dalam ayat ini, pemukulan terhadap budak juga dibolehkan oleh tuhannya kristen, asalkan budak tersebut masih bisa bertahan hidup satu atau dua hari kedepan. Setelah jangka waktu dua hari tersebut berlalu barulah si budak meninggal, maka tindakan tersebut dibenarkan oleh tuhan karna si budak adalah milik tuannya.

Adi Jullio mengatakan...

3. Mewariskan budak yg dimiliki kepada anaknya sudah menjadi keharusan dalam kekristenan.

Imamat 25:46 Kamu harus membagikan mereka sebagai milik pusaka kepada anak-anakmu yang kemudian, supaya diwarisi sebagai milik; kamu harus memperbudakkan mereka untuk selama-lamanya, tetapi atas saudara-saudaramu orang-orang Israel, janganlah memerintah dengan kejam yang satu sama yang lain.

Dalam ayat ini pun tuhan mengharuskan umatnya untuk mewariskan budak miliknya kepada anak-anaknya. Dan perbudakan tersebut berlaku selama-lamanya. Tidak ada kemerdekaan bagi si budak tersebut.

4. Menggauli budak perempuan hasil dari rampasan perang dibolehkan.

Bilangan
31:17 Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.
31:18 Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

Pada ayat ini, kristen juga membenarkan tindakan menggauli budak rampasan perang. Karna pada ayat diatas, hanya wanita perawan saja yg yang boleh diambil. Pertanyaannya, lalu untuk apa perempuan-perempuan perawan tersebut dibiarkan hidup dan diambil sebagai rampasan perang jika bukan untuk dijadikan budak sex? Mungkin kristiani akan berasumsi bahwa perempuan tersebut hanya akan dijadikan budak saja, tanpa digauli oleh tuannya. Maka jika memang demikian, tentunya yg sudah menikah juga harus dibiarkan hidup kalau hanya untuk dijadikan budak. Ini adalah logika sederhana yang mudah untuk dimengerti.

5. Budak-budak dianjurkan mentaati tuannya dalam segala hal.

Titus 2:9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,

Pada ayat diatas dijelaskan bahwa seorang budak tidak boleh melawan tuannya dan dianjurkan untuk mematuhi SEGALA HAL yg diinginkan tuannya. Maka dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa menggauli budak dalam kekristenan juga dibolehkan. Karna seorang budak tidak boleh membantah apapun yg tuannya inginkan.

Anonim mengatakan...

ASSALAMU ALAYKUM ALMUSLIMIN WAL MUSLIMATUN !!!
Umat yang ngakunya berpegang teguh sm Almasih AS, gini aja deh :

1) Kan kalian semau bilang Yesus turun ke dunia uk menebus doa. Kenapa gak kyk Allah SWT yg mengampuni jika umatnya minta ampun? trus si Yesus bilang "Eli...Eli...Lama Sakhtabani" krg lbh gitu yg artinya "Tuhan...Tuhan...jgn tinggalkan aku". Oh jd Yesus tuh cengeng minta tuhannya melindungi padahal dia ngakunya TUHAN. 100 % Tuhan 100 % manusia. Tp tuh sifat Ketuhanannya lepas begitu aja. Jgn2 yesus yg kalian maksud itu oknum laen. mngkn Yudas Iskariot. Kok Yesus cengeng sihj nggak kyk Nabi Muhammad al-Amin (YAng Terpercaya) SAW yg penuh perjuangan?

2) Apakah kalian mengakui taurat, pengikut Bible? pasti jwb ya...betul kan, tp kalian berimannya sm taurat yg skrng diubah seenaknya sm Yahudi. Ada ayat yg satu ini kalian percaya gak?

Yesus itu disiksa dgn tinja yg panas.
Krg lbh gitu ayatnya

Buka Taurat, baca tuh Torah. Maksudnya Taurat yg mengakui Ketuhanan Yesus tuh kyk gini?
wkwkwwk

3) Kalian pasti tau MAZMUR. (you can say MAZMUR ZABUR or ZABUR). trus ada missionaris Kristus bilang Umat Islam gak beriman krn gak mengimani Mazmur. prettt. Emng nya Mazmur tuh Zabur buatan Allah??? seenaknya aja mereka bilang. banyak ayat2 Mazmur yg mengatakan bhw Daud selingkuh, zina, dsb. Wahh itu mengerikan. Firman Tuhan apaan yg kyk gitu...Kenyataannya Daud gak kyk gitu kok

4)Banyak ayat2 di Bible yg kontradiksi. baca dehhh Biblenya. Seperti umur Raja Salomo, jmlh pasuka, dll.

5)dalam Kidung Agung ayatnya maaf gak tau. disebutka bhw akan ada PENGHIBUR setelah aku (Yesus pergi). dan klo menggunakan Bahasa Ibrani. tersapat kata MAHAMMADIN yg artinya Muhammad. bnayak lg deh ayat yg laen.

AYO KITA DEBAT DGN SOPAN DAN ARUMENTASI YG JELAS. JGN ORASI GAK KARUAN.
TANTANGAN : SEBUTKAN KESALAHN ALQURAN JIKA KM MENEMUKAN> NTAR AKU JWB DEH. ALLAHU AKBAR.

Gajah Mada mengatakan...

BENARKAH KRISTIANI AKAN MASUK SYURGA ??? INI JAWABANANNYA MENURUT AL-QURAN. !!!
https://www.youtube.com/watch?v=hC8uB4kf5sY

KAFIRKAH KRISTEN ? TIDAK MENURUT USTADZ FIRDAUS. MALAH BELIAU DI BAPTIS.
https://www.youtube.com/watch?v=bEN6WQbC-Ec

Anonim mengatakan...

ya gini lah produk budaya INSTAN,, cuma tau jawaban YA atau TIDAK,, BISA atau TIDAK,, macam komputer aja, ga bisa mencerna ilmu yang masuk ke apa iya memori otak kurang dari 1 tera sampai penjelasan kompleks ditolak gt aja dan lebih senang cuma disuguhi jawaban macam pilihan ganda hehe, pdahal masalah perbudakan itu masalah yang kompleks. Orang banyak menutup mata soal bagaimana sebenarnya posisi islam dan bagaimana islam bersikap terhadap perbudakan,, islam kan jelas mengatur,, membolehkan dengan batasan2 yang ketat bukan menganjurkan, itu poin-nya. bahkan islam secara sistematis berupaya menghapus perbudakan melalui anjuran2 membebaskan budak. anak yang lahir dari hubungan orang merdeka dengan budak statusnya merdeka. tuh aja sudah memutus mata rantai perbudakan. coba aturan hukum yang berlaku saat itu bisa 7 turunan jadi budak. Lagian perasaan agama islam versi syariah yg sekarang ini masih muda dibanding ajaran2 agama lain yang lebih tua,, yang tentu malah sudah lebih lama "bersentuhan" bahkan "akrab" dengan perbudakan tapi.. diam2 aja tuh. nyantai2 aja. ga melarang... atau malah2 diam2 menganjurkan.. karena kalo menentang kan bisa ga dikasih status "mulia" di kerajaaan2 yang membolehkan perbudakan. entar ga bisa di kasih status golongan elit kelas dua setelah raja kayak di perancis.. upss.. hehe. Nah pas perbudakan dihapus baru kan ada "penyesuaian" di kitab masing2 mengikuti konvensi dan hukum manusia hwehe kayak tugas akhir mahasiswa aja pake revisiann,, Tuhannya masih mahasiswa ya?? hehe

adicorp vj mengatakan...

Hai..sobat ku yang non muslim, saya ingin bertanya, apakah yesus kristus atau nabi Isa As pernah menyebut dirinya beragama kristen?Jika ada tolong anda sebutkan di kitab mana dan ayat berapa?....

alkausar mengatakan...

Wahai org² yang non muslim apakah kalian tdk malu mengatakan yesus (isa as )adalah tuhan , dan apakah klian tdk malu thn klian di salib , apakah klian tdk salah mengatakanya dan klian mengatakan bapa lah yg mengutus yesus dan bapa lah yg menciptakan bumi beserta isi nya dan alam semesta apakah klian tau siapa bapa ini bapa ini adalah allah , apakah klian tdk malu kalian mengatakan bahwa yesus tuhan pdhl sdh jelas² allah yg menciptakan bumi dan langit dan seluruh alam semesta dan yang mengutus isa (yesus) untuk menurun kan injil kepada klian agar kalian tidak sesat tpi klian malah mengubah² isi kandungan injil , dan nabi isa alaihi salam juga pernah mengatakan kepada klian bahwa sesungguhnya sesudah aq akan datang l nabi di akhir zaman yang bernama ahmad yang juga kita kenal sebagai muhammad apakah klian masih berani mengganggap bahwa yesus itu tuhan , sesungguhnya klian itu benar² berada dalam kekafiran

alkausar mengatakan...

Wahai org² yang non muslim apakah kalian tdk malu mengatakan yesus (isa as )adalah tuhan , dan apakah klian tdk malu thn klian di salib , apakah klian tdk salah mengatakanya dan klian mengatakan bapa lah yg mengutus yesus dan bapa lah yg menciptakan bumi beserta isi nya dan alam semesta apakah klian tau siapa bapa ini bapa ini adalah allah , apakah klian tdk malu kalian mengatakan bahwa yesus tuhan pdhl sdh jelas² allah yg menciptakan bumi dan langit dan seluruh alam semesta dan yang mengutus isa (yesus) untuk menurun kan injil kepada klian agar kalian tidak sesat tpi klian malah mengubah² isi kandungan injil , dan nabi isa alaihi salam juga pernah mengatakan kepada klian bahwa sesungguhnya sesudah aq akan datang l nabi di akhir zaman yang bernama ahmad yang juga kita kenal sebagai muhammad apakah klian masih berani mengganggap bahwa yesus itu tuhan , sesungguhnya klian itu benar² berada dalam kekafiran

alkausar mengatakan...

Kalau kalian tdk sadar jga mka klian bnr² sungguh terlalu

Peter Nsi mengatakan...

test

Peter Nsi mengatakan...

Kristen menganggap ISA AS itu sebagai Tuhan berdasarkan ayat ini.
Apa salah?? seharusnya sebagai umat muslim bangga dong :)

“Indinash shiraathal mustaqiim”
Tunjukilah kami jalan yang lurus … (Al Fatihah, 1:6)

“Yaa ayyuhai ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihi wasiilata …”
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya… (Al Maidah, 5:35)

Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar manusia dapat mencapai Surga.

1. Isa AS ialah jalan yang lurus yang patut diikuti
-Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus … (Az Zukhruf, 43:61)


2. Isa AS pembawa keterangan dan patut ditaati
-Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu…
(Az Zukhruf, 43:63)


3.Isa AS mengatakan perkataan yang benar
-Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenaranNya… (Maryam, 19:34)


4.Isa AS adalah Roh Allah dan KalimatNya
-Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya (Hadis Anas bin Malik hal.72)

5.Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma menjadi Manusia yang sempurna
-…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna… (Maryam, 19:17)


6.Isa AS adalah satu-satunya Imam MAHDI
-Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam… (Hadis Ibnu Majah)


7.Isa AS dilahirkan bukan dari bapa Insani, tetapi dari Roh Allah
-Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam. (Al Anbiyaa, 21:91)


8.Isa AS lahir, mati dan dihidupkan kembali
-Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.” (Maryam, 19:33)

9.Isa AS diberi mujizat dan Roh Kudus
-Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus. (Al Baqarah, 2:253)

10.Kafirlah orang yang menolak Isa AS
-Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah). (An Nisa, 4:156)

11.Isa AS akan diimani oleh semua ahli kitab
-Dan tidak seorangpun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa sebelum matiNya, dan pada hari kiamat. Dia menjadi Saksi terhadap mereka. (An Nisa, 4:159)

12.Tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak dipandang beragama
-“Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (Al Maidah, 5:68)

14.Al Quran menginduk dari Taurat dan Injil
-Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Alkitab (Az Zukhruf, 43:4)

15. Isa AS berkuasa/terkemuka di dunia dan di akhirat
-Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah. (Al Imran, 3:45)

Hazrat Isa AS yang paling berkuasa dan terkemuka di dunia dan di akhirat. Hasrat Isa AS adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Pengikut-pengikut Hazrat Isa AS dipilih atas orang-orang kafir. Begitu penting Hazrat Isa AS sehingga di dalam Al Quran nama Hazrat Isa AS disebut sebanyak 97 kali.
Percayalah akan jemputan Hazrat Isa AS dan anda pasti masuk Surga.

Peter Nsi mengatakan...

Yang membedakan Isa dengan nabi sebelumnya:
-Lahir tanpa ayah (tanpa hawa nafsu, melalui Roh)
-Tidak ada yang tahu kapan dia lahir (Bagi Kristen 25 Desember itu simbolik)
-Tidak menikah
-Tidak memiliki anak
-Tidak ada kuburnya
-Mati dan Bangkit
-Naik Kesurga

Nabi lain? Lahir dari hawa nafsu, kecuali Adam dibuat dari tanah dan diberi nafas Allah,dikubur
jadi tanah,

Kesimpulan:
Isa adalah Allah pencipta mengambil wujud manusia Isa (dari Roh Allah) utk berfirman & bekerja melalui Roh Kudus.

Anonim mengatakan...

saya salut kepada saudara peter nsi yg suka melihat 1 ayat al-quran tanpa mempedulikan ayat yg lain. seperti anda hanya mengetahui 1 cerita pendek dlm prlajaran bahasa indonesia dr judulnya saja atw dr kalimat pertengahannya saja. padahal cerita itu semua berasal dr banyak paragraf yg krmudian menjadi sebuah cerita. profesor pun kalo baca dr pertengahan tdk akan tau awalnya. atau klo hanya mengetahui dr judulnya maka awal dan akhirnya ttp tdk akan tau sebelum membaca dr awal hingga akhirnya. sayangnya kesalutan saya karena anda terlalu "nekat" mrmgambil ayat nya untuk mrnyerang kami kaum muslimin. tanpa membaca keseluruhannya. itulah kenapa kami kaum mudlimin di anjurkan bahkan diwajibkan umtuk membaca alquran dr awal hingga khatam. sehingga kami tau apa ajaran di dalamnya. semoga hidayah Allah menyertaimu.

Anonim mengatakan...

Kemudian ksimpulan saudara peter nsi sulit,sangat sulit sekali dimengerti.

alkausar mengatakan...

Saudara peter apa yg anda katakan itu salah
Sementara itu allah tdk berwujut dan tdk ber istri atau ber anak atau di peranak kan

Anonim mengatakan...

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Yang saya tau Allah itu ada namun tidak terikat ruang dan waktu (tidak berawal/tidak di ciptakan karena Allah lah yg menciptakan segala sesuatu dan juga tidak akan pernah berakhir, karena Allah itu maha kekal dan abadi) dan Allah itu maha suci lagi maha sempurna.
Renungkanlah ini baik" jika kalian makhluk berakal
Satu pertanyaan saja dari saya? Apakah isa terlahir dari rahim mariam itu takdir atau sebuah kebohongan?
Jika kalian menjawab kebohongan maka sesungguhnya kalian telah mendustakan kitab suci kalian
Namun jika kalian menjawab takdir, maka sesungguhnya ia bukanlah Tuhan karena Tuhan tidak mungkin DITAKDIRKAN karena Tuhan lah yg MENTAKDIRKAN segala sesuatu

Anonim mengatakan...

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu hari Isa putra Maryam melihat seorang lelaki mencuri. Isa lalu bertanya kepada lelaki tersebut: Kamu telah mencuri? Lelaki tersebut menjawab: Tidak, demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. Selanjutnya Isa berkata: Aku beriman kepada Allah dan aku mendustakan diriku. (Shahih Muslim No.4366)

Anonim mengatakan...

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu hari Isa putra Maryam melihat seorang lelaki mencuri. Isa lalu bertanya kepada lelaki tersebut: Kamu telah mencuri? Lelaki tersebut menjawab: Tidak, demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. Selanjutnya Isa berkata: Aku beriman kepada Allah dan aku mendustakan diriku. (Shahih Muslim No.4366)

Anonim mengatakan...

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu hari Isa putra Maryam melihat seorang lelaki mencuri. Isa lalu bertanya kepada lelaki tersebut: Kamu telah mencuri? Lelaki tersebut menjawab: Tidak, demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. Selanjutnya Isa berkata: Aku beriman kepada Allah dan aku mendustakan diriku. (Shahih Muslim No.4366)

Anonim mengatakan...

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Pada suatu hari Isa putra Maryam melihat seorang lelaki mencuri. Isa lalu bertanya kepada lelaki tersebut: Kamu telah mencuri? Lelaki tersebut menjawab: Tidak, demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia. Selanjutnya Isa berkata: Aku beriman kepada Allah dan aku mendustakan diriku. (Shahih Muslim No.4366)

Anonim mengatakan...

Keterangan ayat lainnya: “Sebenarnya mereka telah melakukan penghinaan (terhadap Tuhan), mereka yang mengatakan, bahwa Allah ialah Isa al-Masih anak Mariam. Katakan: Siapakah yang dapat merintangi jika Ia hendak membinasakan al-Masih anak Mariam serta ibunya dan setiap orang yang ada di muka bumi ini semua? Kerajaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara itu, adalah milik Allah. Ia menciptakan apa yang ada di antara itu, dan Allah Maha Kuasa atas segalanya. Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata: Kami adalah anak-anak Allah dan yang dicintaiNya. Katakan: Mengapa Ia menyiksamu karena dosa-dosamu itu? Sebenarnya kamupun manusia, seperti yang pernah diciptakanNya. Ia mengampuni siapa saja yang dikehendakiNya dan Ia menghukum siapa saja yang dikehendakiNya. Kerajaan langit dan bumi serta segala yang ada di antara itu, adalah milik Allah. Dan kepadaNyalah kembali sebagai tujuan terakhir.” (QS, 5:17-18)

Anonim mengatakan...

KEESAAN ALLAH dalam ALMASIH
https://www.youtube.com/watch?v=mpqolU5bh_U

maman surahman mengatakan...

Apa yg bisa diharapkan dari ajaran seorang PRIA YG GILA HARTA WANITA DAN HORMAT ? Bahkan seorang anak kecil 9 tahun pun harus jadi korban keganasannya.

Anonim mengatakan...

Bubar...bubar....mending jalan2 cuci mata...daripada berbusa mulut kalian...

ayu Melanie As mengatakan...

*cumabacadariatasdansenyumliatparakomentator" :)

Anonim mengatakan...

jika blm faham janganlah mrmbuat argument malah lucu serahkan pada ahlinya

Agose Cemarie mengatakan...

Bagimu agamamu bagiku agamaku.
jika di debatkan maka akan seperti angka 6 atau 9 .jika dilihat dari sisi atasnya maka angkanya akan sesuai pandangan sesuai sisinya begitu juga sebaliknya.
jika menurutmu benar maka kerjakan konsekuensi nya tanggung sendiri..makanya pepatah mengatakan HIDUP ADALAH PILIHAN

faham mengatakan...

Ayo pergunakanlah anugrah yang telah Allah berikan, (akal dan hati)?
jangan menyesal kemudian tak berguna.....

"..Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

Dian Apriyani mengatakan...

Justru islam lah yg telah menaikan derajat wanita sbagaimana aturan2 Allah ddalam kitabNya AlQu'an. Hanya orang2 yg tersesat yg salah mengartikan ayat2 suciNya...AllahuAkbar
Laailahailallah MuhammadRasulullah SAW

MB JAMAN mengatakan...

menggauli budak milik sendiri itu boleh tapi konsekuensinya :

1. anak yg dihasilkan statusnya merdeka, artinya hak nya sama dengan anak anak si pemilik budak dari istrinya yg merdeka baik dari segi pembiayaan dan warisan.

2. dengan menggauli budak perempuan maka telah terjadi kontrak pembebasan si budak terhitung sejak meninggalnya si pemilik budak. jadi si budak tidak bisa diwariskan ke anak atau istrinya si pemilik budak yg meninggal tsb.


syaratnya :
si budak tidak memiliki suami. jika si budak memiliki suami baik sesama budak maupun orang merdeka maka haram digauli oleh si pemilik budak.